Selasa, 14 April 2015

Salam Rindu Buat Sahabat

By: Meocha 
 teringat saat canda tawa kita bersama 
canda tawa yang tanpa jelas menuju kemana

yang kadang membuat semua tertawa
dengan kekocakan tingkah kita bersama
 kau hadir dalam kehidupan yang pana
yang selalu mendapat bisikan harus kemana
keyakinanmu yang selalu meyakinkan berbuat apa saja
karena yang kita tuju adalah kebahagiaan bersama
 bersamamu buhanlah suatu anugerah
tetapi tidak akan pernah menjadi sebuah musibah
karena keceriaanmu mampu mengobati hati yang  gundah
sebagai penghibur keluar dari hati yang penuh tabah
 kini kita sudah berpisah lama
entah kapan kita akan bisa bersama
tiada kepastian yang menentukan kita berlima
untuk bersama dalam momentum bahagia
 sanda gurau kita yang dulu kala
akan ku ingat dan semoga selalu tertanam didalam jiwa
karena mustahil untuk ku lipakan semua
kisah gila yang kita buat bersama
 kebahagiaan bersama adalah tujuan utama
yang kita meski dapatkan dengan berbagai cara
terkadang dosa adalah pilihan utama
meski hidup ingin selalu mendapat pahala
 ku tunggu engkau di tempat biasa
semoga engkau tak datang terlalu lama
karena rindu sudah tidak bisa tertahan lama
menepati janji kita yang dahulu kala
 kerinduan sudah tidak tau mencari obat kemana
hanya janji yang bisa mengobati semua
pertemuan yang kita harapkan bersama
menepati janji yang terikrar di tanah hampa
 sahabat....
 aku menunggumu di tempat biasa
tempat dimana kita nongkrong bersama
dimana kita mengucapkan cita-cita
yang tidak akan berpisah untuk selamanya
 sudah lama kita berpisah
sampai membuat hati gundah gelisah
terkadang hati membuat rasa takut dan resah
takut janji teringkari dari mulut yang basah
 sahabat....
 aku disini sedang duduk sendiri
berharap untuk engkau datang kemari
kemari untuk menepati sebuah janji
janji yang terikrar dari lubuk hati
 sahabat....
 hati bertanya kau ada dimana
tanpa kabarmu cahaya menjadi sirna
berharap jawaban dari sebuah tanda tanya
sebagai penenang rasa di dalam dada.
 STF Al-Farabi malang 14-April-2015
BUNDA
Terlihat sosok bayangan yang sedang berjalan rentA
Sosok wanita yang begitu sudah tua
Berjalan dengan tongkat dengan sangat tebata
Membuat hati teriris jika melihatnya
Wanita tua yang penuh jasa kepada sang anaknya
Berjuang susah payah untuk kelangsungan hidup keluarga
Sungguh malang nasibmu bunda
Semoga tuhan tidak pejamkan mata
Hari demi hari bejalan silih berganti
Hujan dan panas musimpun berganti
Tak perduli semua engkau lewati
Demi kebahagiaan anak si jantung hati
Jasa dan pengorbanan tidak pernah kau perhitungkan
untuk semua kau lakukan dengan penuh rasa saying
sungguh dengan apa ku balas pengorbanan
langit dan bumi tak cukup jadi balasan
bunda
jasa dan pengorbanan mu tak kan pernah hilang
dari sosok jiwa ku yang masih sangat malang
semoga tuhan membalas pengorbanan
agar hidup penuh kebahagiaan
terima kasih tak cukup membalas semua
jasa dan rasa ingin ku berikan semua
yang ku ingin kebahagiaan mu semata
bagaimanapun cara kan ku lakukan semua
tetesan mutiara yang keluar  dari mata
membasahi kulit yang sudah tidak rata
di atas sajadah kau luapkan semua
doa dan harapan kau panjatkan untuk kita semua
memang saat ini aku beum bisa membalas semua
karena jasamu yang begitu besar kepada kita
kepada anak-anak mu yang masih manja
tapi janji kan terikrar untukmu semua
bunda
hanya kata terima kasih yang saat ini masih bisa ku berikan
karena begitu banyak pengorbanan yang engkau berikan
entah dari mana ku kan memulaikan
membalas semua supaya kita mendapat kebahagiaan
terima kasih bunda
I Miss You

STF Al-Farabi, Malang 14 April 2015