BUNDA
Terlihat sosok bayangan yang sedang berjalan rentA
Sosok wanita yang begitu sudah tua
Berjalan dengan tongkat dengan sangat tebata
Membuat hati teriris jika melihatnya
Wanita tua yang penuh jasa kepada sang anaknya
Berjuang susah payah untuk kelangsungan hidup keluarga
Sungguh malang nasibmu bunda
Semoga tuhan tidak pejamkan mata
Hari demi hari bejalan silih berganti
Hujan dan panas musimpun berganti
Tak perduli semua engkau lewati
Demi kebahagiaan anak si jantung hati
Jasa dan pengorbanan tidak pernah kau perhitungkan
untuk semua kau lakukan dengan penuh rasa saying
sungguh dengan apa ku balas pengorbanan
langit dan bumi tak cukup jadi balasan
bunda
jasa dan pengorbanan mu tak kan pernah hilang
dari sosok jiwa ku yang masih sangat malang
semoga tuhan membalas pengorbanan
agar hidup penuh kebahagiaan
terima kasih tak cukup membalas semua
jasa dan rasa ingin ku berikan semua
yang ku ingin kebahagiaan mu semata
bagaimanapun cara kan ku lakukan semua
tetesan mutiara yang keluar
dari mata
membasahi kulit yang sudah tidak rata
di atas sajadah kau luapkan semua
doa dan harapan kau panjatkan untuk kita semua
memang saat ini aku beum bisa membalas semua
karena jasamu yang begitu besar kepada kita
kepada anak-anak mu yang masih manja
tapi janji kan terikrar untukmu semua
bunda
hanya kata terima kasih yang saat ini masih bisa ku berikan
karena begitu banyak pengorbanan yang engkau berikan
entah dari mana ku kan memulaikan
membalas semua supaya kita mendapat kebahagiaan
terima kasih bunda
I Miss You
STF Al-Farabi, Malang 14 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar